Sabtu, 13 Juli 2013

Tips Menghadapi MOS




Jangan ‘kikuk’ dan ‘dag-dig-dug’ duluan ya, sebagai siswa baru. Kamu memang harus menjalani  tiga hari MOS dulu, sebelum duduk manis di sekolah baru. Hmm, saya mau berbagi tips nih, supaya nggak nervous dan grogi dalam menghadapi MOS. Kita baca, yuk!
Bersikap sewajarnya
Yap, ini boleh dibilang ‘jangan lebay’. Biasanya para senior nggak suka sama juniornya yang bertingkah lebay dan sangat berlebihan. Dan jangan karena Ayah atau Ibu kamu adalah pejabat, lantas kamu bisa bertingkah seenaknya dan sok berkuasa. Inget! Di sekolah semua siswa dinaggap sama. Nggak peduli itu anak presiden sekalipun.
Mengikuti aturan
Nggak di rumah, di jalan raya, di tempat umum, aturan itu dibuat untuk diataati bukan untuk dilaggar. Sama halnya dengan di sekolah. Semua peraturan sekolah wajib untuk dipatuhi. Daripada kamu di’cap’ sebagai junior yang nggak tahu aturan terus kamu dikerjai abis-abisan, mendingan yuk turutin aja aturan yang ada!
Jaga stamina
Tentunya MOS itu sangat menguras tenaga! Apalagi terkadang senior nyuruh yang ‘nggak-nggak’ sama kita. Untuk mengantisipasi kondisi kita supaya nggak down, sangat penting untuk menjaga stamina. Jangan tidur terlalu mlalam, biar besok paginya kamu bangun dengan fresh dan siap mneghadapi MOS. Jangan lupa, asupan makanan yang berenergi tinggi  juga diperlukan untuk tubuh!
Jangan bawa barang mahal
Nggak heran ya, misalnya kamu dapet Ipod, handpone seri terbaru, atau laptop termahal sebagai hadiah kelulusan kamu. Eiit, tapi jangan mencoba membawa barang-barang itu ke sekolah, ya. Bisa jadi senior malah menyita barang tersebut dan mengharuskan orangtua kamu yang mengambilnya. Inget! MOS itu bukan ajang buat pamer, lho!
Tidak berpenampilan mencolok
Stop buat kamu yang suka pake seragam ketat, rok mini, atau pake aksesoris yang berlebihan. Di tiga hari MOS ini, belajarlah untuk menjadi siswa baru yang normal! Normal? Apa maksudnya? Maksudnya, berpenampilanlah seperti siswa yang lainnya. Justru kamu bakalan jadi mangsa empuk bagi senior kalo kamu berpenampilan mencolok.

Nah, simple ‘kan? Mulai sekarang, ayo tanamkan sikap dan sifat keberanian kamu! Anggap enjoy aja MOS tahun ini. Toh tahun depan juga kamu bakalan ngerasain jadi senior. Syukur-syukur di MOS kali ini, kamu bisa dapetin hati senior. Hihii...

Use Drugs You Suck!



Sudah menjadi pengetahuan yang umum dimanapun di dunia ini, bahwa permasalahan penyalahgunaan dan penyelundupan Narkoba merupakan permasalahan kompleks yang tak kunjung padam. Narkoba yang terdiri dari zat Narkotika, Psikotropika, dan BAhan addiktif lainnya itu sudah sering disalahgunakan oleh masyarakat (umumnya kaum remaja) sebagai bentuk pelarian dan protes atas sebuah stigma yang dirasakan tidak adil baginya, atau hanya sebagai ajang coba-coba dan untuk hura-hura semata. Bukan suatu hal yang salah mengingat itu merupakan ekspresi konkret dari orang-orang yang menganggap dirinya itu adalah korban dari Narkoba. Namun, cobalah mengerti dan pahami dampak apa yang bisa ditimbulkan dari penggunaan Narkoba itu sendiri.
1.       Gangguan kesehatan fisik, mental, social, dan spiritual serta penderitaan yang berkepanjangan sampai kepada kematian SIA-SIA.
2.       Gangguan fungsi sampai ketidak-berfungsian organ vital seperti otak, jantung, hati, ginjal, paru-paru serta organ reproduksi.
3.       Tertular penyakit HIV/Aids, Hepatitis B dan C.
4.       Menderita komplikasi medic akibat penggunaan bahan dan alat yang tidak steril
5.       Prestasi sekolah menurun, putus sekolah, sampai hancurya masa depan.
6.       Bagi yang sudah bekerja, menurunnnya produktivitas kerja, kecelakaan hingga putus kerja.
7.       Menimbulkan beban ekonomi yang sangat berat.
8.       Menyeret tindakan criminal dan kejahatan.
9.       Menjauhkan diri dari Tuhan Maha Pencipta.
10.   Menimbulkan penderitaan yang berkeppanjangan hingga sampai kepada kematian yang sangat KONYOL.
Waduh, banyak juga ya dampak dari penyalahgunaan Narjkoba ini. Nah, untuk Sobat Belia jangan sekali-kali mencoba mengonsumsi Narkoba! Karena mulai dari mencoba, mungkin saja akan berulang kemudian menjadi biasa hingga menderita kecanduan. Tentu tidak mau, bukan apabila masa depan kita hancur hanya karena benda kecil tidak berguna seperti Narkoba? Masa depan kita harus cerah dan cemerlang, tanpa Narkoba! Because, use drugs you suck!

Langkah menuju hidup sehat



Perubahan cuaca yang tidak menentu dan tidak dapat diprediksi membuat sebagian orang terserang berbagai jenis penyakit, seperti influenza, batuk, hingga demam. Hal itu dirasa wajar mengingat tubuh kita memiliki system kekebalan yang biasa saja turun akibat perubahan cuaca yang ekstrim. Namun, jangan tidak melakukan apa-apa ketika tubuh kita terserang penyakit. Ada pepatah mengatakan bahwa lebih baik mencegah daripada mengobati. Berikut ini ada beberapa langkah menuju hidup sehat yang mungkin bias dicoba oleh Sobat Belia.
1.       Awali hari dengan merentangkan atau meregangkan kedua tangan ketika bangun tidur. Ini akan membuat tubuh menjadi ringan srehingga kita dapat memulai bekerja dan beraktivitas dengan perasaan rileks
2.       Lakukan sarapan dengan kalori yang tidak berlebihan seperti jeruk, susu, telur, atau roti. Jangan saamapai ita tidak sarapan sama seklai, karena itu akan mengganggu konsentrasi kita.
3.       Jika kita suka minum kopi, batasi hanya satiu cangkir per hari. Keran kopi mengandiung kafein yang menyebabkan kita susah tidur atau sakit kepala
4.       Pilih menu makan siang yang menyehatkan dan seimbang. Untuk Sobat Belia yang suka menyntap menu makanan siap saji, sebaiknya segera dihindari. Karena makanan siap saji banyak mengandung bahan-bahan kimia yang tidak menyehatkan
5.       Miunum air putih sebanyak-banyaknya. Satu gelas air putih akan membuat kita merasa kenyang tanpa menambah jumlah kalori. Air putih membantu fungsi ginjal dahn hati serta membantu pemeliharaan suhu, otot, dan kelenturan kulit
6.       Hindari jam-jam kendaran macet. Usahakan berangkat lebih awala ke tempat tujuan. Jika macet tak terhindari, kurangi stress dengan mendengarkan music
7.       Lakukan olahraga jalan pagi setiap hari sekitar 20 menit
8.       Nikmati makan malam bersama oramng yang kita sayangi
9.       Tidur lebih awal akan membuat kita srgar ketika bangun keesokan harinya
10.   Jangan membangkitkan masa lalu yang tidak menyenamgkan di hati kita
Selamat mencoba!

Pohonku Sahabatku



Sahabat diperlukan saat suka maupun duka. Sahabat tidak harus orang, tetapi bisa juga benda mati misalnya pohon. Dengan adanya pohon, kita tidak kekurangan oksigen. Selain itu, pohon juga membantu mengurangi jumlah pencemaran udara dan mencegah abrasi pantai. Layaknya sahaabat, pohon juga mempunyai banyak manfaat. Telusuri yuk, apa saja manfaat pohon bagi kehidupan kita!
  1. Penghasil Oksigen dan penyerap Karbondioksida
setiap kali kita bernapas, kita menghembuskan gas karbondioksida yang sudah tidak berguna lagi bagi tubuh. Karbondioksida tersebut kemudian diserap oleh pohon dan digunakan dalam proses fotosintesis yang menghasilkan Oksigen. Coba bayangkan apabila tidak ada pohon! Mungkin apa yang kita hirup dan kita hembuskan sebagai proses pernapasan hanyalah gas Karbondioksida!

  1. Pencegah banjir dan Longsor
Dengan adanya pohon, air hujan yang turun ke bumi dapat tertahan oleh akar pohon. Akibatnya, air dapat diserap oleh tanah dan tidak turun ke pemukiman dalam jumlah yang besar yang dapat menyebabkan bahaya banjir dan longsor.

  1. Melawan pencemaran udara
Coba perhatikan pohon-pohon yang berada i taman kota atau di pinggir jalan raya yang ramai. Batabg dan daunnya berwarna hitam, bukan? Itu karena pohon menyerap debu dan kotoran yang ada di udara. Bisa dibayangkan apabila tidak ada pohon, mungkin hidung dan saluran pernapasan kita juga akan berwarna hitam seperti batang dan daun pohon yang ada di pinggir jalan!

  1. Mencegah kekeringan
Pohon menyelamatkan kita dari bahaya kekeringan pada musim kearau. Pada saat musim penghujan, pohon membantu tanah menyerap air huan yang turun, dan disimpan sebagai cadanagn di bawah permukaan tanah. Dengan begitu, jumlah air tanah dapat dipertahankan tanpa ada rasa khawatir bahaya limit akan air.

Nah, penting bukan peranan pohon bagi kehidupan kita. Sudahkah kita memperlakukan pohon dengan baik sesuai manfaat yang diberikannya? Mulai sekarang anggaplah pohon sebagai sahabat kita. Karena tanpanya kita tak berarti apa-apa.

Kamis, 16 Mei 2013

MY DIARY



Senin, 9 Januari , pukul 06.00
Hari ini aku siap-siap berangkat sekolah. Hari pertama masuk sekolah lagi setelah 2 minggu libur akhir semester. Hmm, aku kangen sama Risha. Udah 2 minggu juga nggak ketemu sahabatku itu. Gimana kabarnya, ya? Katanya liburan kemaren pergi ke Surabaya, hmm minta oleh-oleh ah…

Senin, 9 Januari , pukul 20.05
Hahaha ternyata Risha potong rambut! Jadi mirip Dora deh, itu tuh kartun di TV. Tapi satu yang nggak berubah dari dia, sifat humorisnya! Tambah sayang aja deh sama sahabatku itu, hihii… Pagi tadi juga ketemu Ryan di perpustakaan. Duuuhh, tambah ganteng aja!

Selasa, 10 Januari , pukul 19.30
Aaaahhh nggak nyangka, Ryan suka cookies bikinan aku…. J

Kamis, 12 Januari , pukul 18.28
Malem ini, Ryan mau jemput aku. Kita mau pergi nonton. Malem ini juga katanya Ryan mau bilang sesuatu sama aku. Apa yaa? Hahaha, jadi dag dig dug, deh…

Kamis, 12 Januari  pukul 21.21
Nyebeliiiiiinnn!!!!!!!! Ternyata Ryan ngajak Risha! Dan…..dan….Ryan nembak Risha di depan aku! Apa maksudnya? Apa dia nggak ngerti kalo aku yang dari dulu naksir dia? Risha! Risha yang ngerebut Ryan dari aku! Aku benci Risha!

Sabtu, 14 Januari  pukul 19.07
Dua hari aku nggak ngomong sama Risha. Aku nggak peduli! Aku benci sama dia! Ternyata dia bukan sahabat yang bisa dipercaya. Dia ngerebut Ryan dari aku. Pagar makan tanaman! Selama ini, aku kira dia bisa jaga perasaan aku, dan bisa jadi ‘best friend forever’ aku. Tapi ternyata aku salah! Dia menusuk aku dari belakang!
Minggu, 15 Januari , pukul 19.56
Siang tadi Risha ke rumah. Tapi aku nggak mau ketemu dia. Aku terlanjur sakit hati sama dia. Meskipun dia ngasih aku bunga sebanyak apaun, cokelat semahal apapun, dan baju sebagus apapun, aku nggak akan pernah maafin dia!

Rabu, 18 Januari , pukul 20.01
Kok, Risha nggak masuk sekolah ya tiga hari ini? Biasanya dia paling rajin datang ke sekolah dibanding aku. Kok aku jadi mikirin dia, sih? Hmmm, stop thinking about Risha!

Jum’at 20 Januari , pukul 20.15
Tadi siang Kak Firma, kakaknya Risha telepon aku. Katanya Risha masuk Rumah Sakit. Astaghfirullah, ada apa dengan Risha? Seingatku, Risha nggak punya penyakit serius. Paling batuk pilek biasa aja..

Minggu, 22 Januari  pukul 19.45
Aku pergi ke Rumah Sakit, nengok Risha. Aku nggak nyangka ternyata Risha mengidap penyakit leukimia. Itu yang dibilang Kak Firma ke aku. Kak Firma juga bilang, katanya Risha nggak pernah ngerebut Ryan dari aku. Risha sama sekali nggak tau, kalo Ryan bakalan nembak dia. Justru Risha mau bantuin aku supaya jadian sama Ryan. Risha juga nolak Ryan hanya karena nggak mau hubungan persahabatan aku sama dia jadi rusak dan hancur. Aduuhh, Risha, maafin aku yaa. Aku nyesel karena waktu itu aku nggak dengerin penjelasan dari kamu. Maaf! Risha, kamu cepet bangun, ya. Jangan koma melulu. Aku janji begitu kamu bangun dan sembuh, aku bakalan ngajak kamu nonton. Kita beli cokelat lagi. Aku yang traktir, deh.. Cepet bangun dan sembuh, ya.. Aku kangen kamu!!!
iburan kemaren pergi ke Surabaya, hmm minta oleh-oleh ah...ster. hmm,




KAKAKKU


Pukul  13.00. Sudah 30 menit aku menunggu kakakku yang berjanji akan menjemputku pulang sekolah siang ini. Aku kesal bila harus menunggu. Aku mulai bosan. Marah. Aku meneleponnya. Tapi diujung telepon sana tak ada yang menjawab.
Akhirnya aku putuskan untuk pulang sendiri saja.
Sesampainya di rumah, aku langsung mencarinya.
"Mas.... Mas....."
"Ma, mas Agus mana?" tanyaku pada Mama.
"Lho, tadi 'kan ngejemput ke sekolah" Mama keheranan.
"Ditunggu-tunggu nggak datang, ya udah pulang sendiri aja!" jawabku.
Aku langsung pergike kamarnya. Mengetuk pintu, namaun taka ada jawaban. Aku membuka pintu kamarnya.
Aneh, tidak biasanya kamarnya tidak dikunci seperti ini, pikitku. Tapi aku tidak menemuinya si kamarnya.
Aku bingung. Lantas berfikir, mungkin ia lupa untuk menjemputku. Mungkin ia lebih memilih menemani pacarnya pergi ke mall atau apapun itu aku tidak peduli.
Aku marah.
Satu hari, dua hari, kakakku tidak pulang ke rumah. Aku tidak mencemaskannya. Tapi Mama terlihat begitu khawatir.
"Kemana kakakmu itu.. Dua hari kok nggak pulang.."
Aku hanya diam. Lalu telepon berdering, Mama yang mengangkatnya. Mama terdian. Diam. Kemudian menutup teleponnya, dan memelukku!
"Mas Agus masuk rumah sakit. Kecelakaan..."
Aku tak tahu harus bagaimana! Aku tak tahu perasaanku saat itu seperti apa.
Marah? Kesal? Haru? Sedih? Galau?
Setelah mendengar kabar itu, kami langsung ke rumah sakit, tempat Mas Agus dirawat.
Kulihat wajahnya pucat dan terbaring lemah. Aku duduk disampingnya.
Ia terbangun, lalu tersenyum. Mengusap kepalaku dan berkata:
"Maaf, Mas nggak jemput kamu kemarin.."
Aku hanya diam. Memandangi matanya yang kecoklatan.
Ia lalu menunjuk ke arah sofa yang terletak tidak jauh dari tempat ia berbaring. Aku mengikuti arah telunjuknya.
Terbaring sebuah boneka beruang besar berwarna ungu di sofa itu. Aku menatap kakakku.
"Itu, hadiah buat kamu. Hadiah yang Mas janjiin buat kamu!" ia membalas tatapanku.
Aku menangis. Air mataku meleleh. Aku memeluknya.
Ternyata alasannya tidak menjemputku karena ia membelikanku sebuah hadiah, janjinya padaku bulan lalu.
Namun di perjalanan pulang, ia mengalami kecelakaan.
Sekali lagi, aku menatap matanya yang kecoklatan. Kurasakan damai di hati ini. Tak ada lagi marah dan kesal. Yang ada hanya kasih dan sayang.
Ya, dia... Kakakku…………..
  


PENANTIAN SIA-SIA




Aku melirik jam tanganku. Ah, 19.18.  Hebat. Dia telat lagi. 18 menit,  gumamku dalam hati. Ya, malam ini aku sedang menunggu sahabat ku—calon pacarku, tepatnya—di sebuah kafe dekat alun-alun kota. Madya mengajakku makan malam. Dia bilang, dia akan memberikan kejutan padaku. Sama sekali tidak terlintas di pikiranku apa yang akan dia berikan padaku. Malam-malam begini, pikirku. Suatu kejutan? Kejutan apa? Selama ini, selama aku bersahabat dengannya, Madya tidak pernah merahasiakan apapun dariku. Sekalipun dia akan memberiku kejutan, biasanya dia langsung memberitahunya padaku. Tapi kali ini tidak!
Waktu terus berputar, dan aku semakin penasaran dengan kejutan yang akan diberikan Madya. Aku tidak pernah berharap apa-apa darinya. Tepatnya tidak pernah meminta berlebihan. Sesekali aku berpikir, Madya begitu baik padaku. Dia selalu ada buatku. Tentu saja, bukankah itu gunanya sahabat. Tapi selama ini, entah mengapa ada persaan lain yang tersirat dalam hatiku tentang Madya. Aku seakan tidak bisa melakukan apa-apa tanpanya. Terlebih saat aku ‘drop’ karena Reza—mantanku—meninggalkanku dua bulan yang lalu. Aku rapuh. Aku tidak bisa apa-apa lagi. Dan aku terpuruk. Hingga akhirnya aku bertemu dengan Madya di temapt ini. Di kafe ini. Tepat di meja yang aku tempati sekarang ini. Meja 11. Dan Madya tepat di belakangku. 12. Ia tersenyum padaku. Dan aku membalasnya. Mulai saat itulah aku mengenalnya. Mulai dekat dengannya. Dan aku rasa aku mulai menyukainya.
30 menit berlalu. Dan aku semakin terhanyut pada khayalan dan imajinasiku. Bagaimana jika Madya datang dan membawa setangkai bunga mawar merah untukku, lalu ia bertanya, MAUKAH KAU MENJADI PACARKU? Atau Madya tiba-tiba naik ke atas panggung di kafe ini lalu menyanyikan sebuah lagu romantis dan berkata bahwa lagu itu dipersembahkan untukku seorang? Ah, aku semakin terbuai saja dengan semua ilusiku. Tapi apapun itu, aku yakin, Madya melakukan hal terbaik untukku.
Saat aku mulai bosan oleh penantianku, seorang lelaki membuka pintu kafe yang terbuat dari kaca. Madya! Dia tampak lebih tampan dan cool, menurutku, dengan setelan kaos berwarna merah, celana jins, dan sepatu kets putih. Aku memandangnya lama. Terpesona!
“Eh, Res, maaf telat. Pasti udah nunggu lama, ya? Sorry deh…” Madya menyapaku yang masih terlihat lugu dan tidak berkedip sedikitpun.
“Wooyy..”serunya lagi
Aku terkesiap. Lalu membuyarkan imajinasiku. Membangunkan diriku sendiri dari terpesonanya aku begitu melihat Madya.
“Eh iya, nggak apa-apa kok. Udah biasa, kalo nunggu kamu pasti lama. Sumpah, Madya, kamu…kamu…kamu……” aku berhenti. Kamu keren, tapi aku tidak mengatakannya.
“Ganteng ya? Emang sih! Udah banyak orang yang bilang kalo aku ini ganteng, keren, cool, apapun itu.” Madya mengedipkan matanya, merasa bangga.
“Oh iya, katanya kamu mau ngasih kejutan buat aku. Apaan? Gaya baru kamu ini? Oke deh aku ngaku aku kaget plus terkejut liat style kamu kayak gini..” aku tersenyum.
“Bukan itu! Tapi aku mau memperkenalkan kamu seseorang” jawab Madya serius.
Aku bingung. Seseorang? Siapa? Apa pentingnya aku untuk mengetahui orang ini? Tiba-tiba seorang wanita cantik bergaun ungu muda menghampiri Madya dan memegang tangannya erat.
“Kenalin, ini Tita,…..”
“Pacarku….”
Aku terdiam untuk beberapa saat. Pacar? Sejak kapan? Mengapa?
“Aku sama Tita baru jalan 2 minggu…” sahut Madya melanjutkan.
Seolah menyembunyikan rasa kecewaku, aku mempersilakan Madya dan Tita duduk dan memanggil waiter untuk memesan makanan. Makan malam ini  terasa canggung, setidaknya buatku. Madya-ku telah pergi dan aku sendiri.

SMA NEGERI 1 SOREANG